PLDD Teknologi Minimal Invasive Atasi Saraf Terjepit dengan Harga Terjangkau

PLDD merupakan tindakan minimal invasive dengan memasukan jarum ke diskus dengan tujuan mengurangi penonjolan pada diskus sehingga mengurangi jepitan pada saraf. Dengan PLDD tindakan bisa dilakukan one day care. Meski begitu success rate PLDD secara literatur masih lebih rendah dibandingkan dengan tindakan operasi atau, yakni sebesar 70-80 %.

Rochman (bukan nama sebenarnya) pria paruh baya datang ke Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Mampang – Jakarta, mengeluh nyeri dibagian pinggang. Ia datang ditemani anaknya. Oleh dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, pria berusia 56 tahun ini kemudian dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisinya.

Menurut Ardi, sang anak, bapaknya ini sudah mengeluh sakit di bagian pinggang selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Rasa sakit terutama hadir setelah bagun tidur atau duduk dalam waktu terlalu lama. Hasil pemeriksaan radiologi terakhir menunjukan terdapat herniasi di bantalan tulang lumbar 4-5.

Meski demikian, rochman yang pengusaha toko pakaian di salah satu pusat perbelanjaan ternama di kota depok ini selalu menolak ketika disarankan dokter untuk melakukan operasi tulang belakang. Alasannya saat membaca tulisan mengenai operasi tulang belakang atau yang disebut laminektomi ini, terdapat kemungkinan kegagalan paksa dilakukan operasi, dan bahkan memiliki risiko kelumpuhan.

Bekalangan ini Rochman sering mencari informasi terkait terapi saraf terjepit melalui gadget. Pada bulan Desember lalu ia membaca di beberapa artikel media mengenai saraf terjepit, artikel-artikel tersebut menyebut nama dr. Mahdian Nur Nasution SpBS. Dari tulisan ini ia memutuskan untuk datang ke klinik nyeri dan tulang belakang bertemu dengan dokter.

Saat bertemu dengan dr. Mahdian, Pak Rochman disarankan untuk melakukan Percutaneous Laser Disk Decompression (PLDD). PLDD atau Laser Disektomi merupakan tindakan minimally invasive, yang dilakukan untuk mengatasi herniasi atau bulging pada sendi tulang belakang. Dengan bantuan jarum tipis, inti bantalan sendi di bakar menggunakan laser, sehingga volumenya berkurang. Dan penekanan pada saraf akibat bulging bantalan sendi berkurang dan kembali normal. Teknologi PLDD telah digunakan di beberapa pusat pengobatan tulang belakang di dunia, termasuk di Indonesia di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Jakarta.

Prosedur PLDD

PLDD dilakukan dengan bantuan alat radiologi  C-arm fluoroskopi, untuk memasukan jarum  menuju lokasi bantalan sendi yang mengalami herniasi. Setelah jarum benar-benar tepat menuju sasaran yang diharapkan, dokter kemudian memasukan serat optik laser pada jarum untuk memanaskan inti dari bantalan sendi tulang belakang (nukleus).

Prosedur ini dilakukan dalam waktu antara 20 hingga 30 menit. Tingkat keberhasilan PLDD mencapai 79 – 85 % dalam mengatasi saraf terjepit. Karena dilakukan hanya dengan bius lokal, pasien tidak harus melakukan rawat inap. Teknologi ini aman dilakukan dan dapat dilakukan pengulangan jika dibutuhkan. Harga yang ditawarkan juga relatif lebih murah dibandingkan tindakan endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopy Lumbar Disectomy).

Konsultasi Whatsapp

 

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Hubungi Kami