Nyeri Punggung Kapan Harus Ke Dokter

Nyeri punggung, atau back pain setiap orang hampir pasti pernah mengalaminya. Hanya saja ada yang bersifat sementara dan ada juga yang sifatnya menetap dalam jangka waktu lam. Menurut, Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, adanya jaringan dari tulang belakang yang terkilir atau tegang (breed), merupakan penyebab paling sering dari timbulnya keluhan nyeri punggung.

“Karena penyebab nyeri punggung sangat beragam, maka analysis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya,” jelas Dr. Wawan Mulayawan. Beberapa gejala punggung yang lebih serius dan memerlukan penanganan dokter dengan segera, kondisi ini umumnya diserati keluhan lain diantaranya:

  • Demam.
  • Sulit buang air kecil.
  • Kehilangan berat badan.
  • Nyeri punggung yang tidak juga mereda setelah berbaring.
  • Nyeri dada.
  • Nyeri pada satu atau kedua
  • Nyeri yang kian memburuk di malam hari.
  • Tidak bisa menahan buang air kecil dan besar.
  • Terasa mati rasa pada place kelamin, bokong, atau tubuh bagian belakang.
  • Pembengkakan dan kemerahan pada punggung.

Back pain umumnya terjadi karena adanya bagian tulang punggung yang terkilir atau tegang. Hal ini dapat dipicu oleh:

  1. Posisi tubuh yang salah saat mengangkat, membawa, menekan, atau menarik barang.
  2. Peregangan tubuh yang berlebihan.
  3. Posisi duduk yang tidak benar.
  4. Berkendara dalam waktu lama, atau dalam posisi membungkuk tanpa jeda.
  5. Gerakan yang dilakukan berulang-ulang.

Penyebab Nyeri Punggung

Kadang-kadang back pain terjadi ketika bangun di pagi hari, tanpa sebab yang jelas. Selain karena adanya bagian tulang punggung yang tertarik atau terkilir, nyeri punggung juga dapat terjadi akibat:

  • Cedera bantalan tulang belakang. Bantalan tulang belakang merupakan tulang rawan yang membatasi setiap ruas tulang belakang. Bantalan ini dapat mengalami perubahan posisi, pembengkakan, atau kerusakan yang menyebabkan saraf tulang belakang terjepit dan menimbulkan nyeri.
  • Kelainan struktur tulang belakang. Ruas-ruas tulang belakang dapat mengalami kelainan struktur yang dapat menimbulkan nyeri punggung. Contohnya adalah skoliosis dan penyempitan saluran saraf tulang belakang (stenosis spinal).
  • Penipisan struktur tulang belakang akibat osteoporosis. Osteoporosis dapat menyebabkan ruas-ruas tulang belakang menjadi lebih tipis dan rapuh, sehingga dapat menimbulkan patah tulang yang menyebabkan nyeri punggung.

Back pain juga dapat diakibatan oleh kondisi atau penyakit lainnya yang lebih serius. Meskipun demikian, penyakit-penyakit ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan nyeri punggung akibat terkilir atau permasalahan struktur tulang belakang. Contoh penyakit-penyakit tersebut, antara lain:

  1. Infeksi tulang belakang. Infeksi tulang belakang dapat terjadi akibat bakteri atau jamur.
  2. Tumor. Tumor atau kanker yang muncul di tulang belakang, baik yang jinak maupun yang ganas, dapat menimbulkan back pain.
  3. Spondilolisis dan spondilolistesis. Spondilolisis merupakan kelainan struktur yang disebabkan terjadinya patah atau retak pada salah satu ruas tulang belakang. Sedangkan spondilolistesis merupakan kondisi ketika posisi ruas tulang belakang bergeser, terutama akibat spondilolisis. Kedua kelainan ini dapat menyebabkan nyeri punggung, khususnya pada atlet.
  4. Sindrom cauda equina. Sindrom cauda equina merupakan kelainan yang terjadi akibat ujung saraf tulang belakang pada tulang ekor mengalami penekanan. Selain menyebabkan nyeri pada punggung, kondisi ini juga dapat menimbulkan keluhan berkemih atau buang air besar, hingga kelumpuhan.
    FaktorRisiko Nyeri Punggung

Obesitas Pemicu Utama Nyeri Punggung

Beberapa kondisi berikut ini, juga berisiko menimbulkan nyeri dibagian punggung, yaitu:

  • Obesitas. Berat badan berlebih membuat tulang belakang bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
  • Adanya janin yang menambah berat badan, akan meningkatkan beban tulang belakang seorang wanita hamil, dibandingkan pada wanita yang tidak hamil.
  • Tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum berolahraga.
  • Posisi duduk terus-menerus dalam jangka panjang, misalnya saat bekerja.
  • Gangguan psikologi, misalnya stres atau depresi.
  • Merokok. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, termasuk.
  • Konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang dapat membuat tulang menjadi rapuh, seperti kortikosteroid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Hubungi Kami